#1 Sistem Basis Data : Model Data

Model data merupakan salah satu konsep penting dalam dunia teknologi informasi dan komputasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu model data, bagaimana model-model data digunakan, serta implikasi dari penggunaan model data dalam berbagai bidang.

Apa Itu Model Data?

Model data adalah representasi struktur dan hubungan antar data dalam suatu domain atau konteks tertentu. Model ini berfungsi untuk menyediakan pandangan yang terstruktur terhadap data yang ada, memungkinkan analisis, penyimpanan, dan pengelolaan data dengan lebih efisien. Model data dapat berupa gambaran konseptual, fisik, atau logis dari suatu sistem informasi.

Model data juga bisa diartikan sebagai sekumpulan konsep-konsep untuk menerangkan data, hubungan-hubungan antara data dan batasan-batasan data yang terintegrasi di dalam suatu organisasi.

Jenis-Jenis Model Data

Model Data Berdasarkan Object

Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Terdiri dari:

  1. Model Keterhubungan Entitas (Entity-Relationship Model)
  2. Model Berorientasi Object (Object-Oriented Model)
  3. Model Data Semantik (Semantic Data Model)
  4. Model Data Fungsional (Functional Data Model)

Model Keterhubungan Entitas (Entity-Relationship Model) merupakan model yang paling populer digunakan dalam perancangan basis data.

Entity Relationship Model (ERM)

Model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek-object dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antara objek-objek tersebut.
Komponen utama pembentuk Model Entity-Relationship, yaitu: Entitas (Entity), Relasi (Relation). Kedua komponen ini dideskripsikan lebih lanjut melalui sejumlah Atribut/Properti.

Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R)

Model Entity Relationship yang berisi komponen himpunan entitas, relasi, yang dilengkapi atribut-atribut, dapat digambarkan menggunakan Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R).
Menurut (Prasojo, 2014) Model ERD (entity relationship diagram) dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi objek-objek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas itu. Entitas adalah “sesuatu” atau “objek” pada dunia nyata yang dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya, yang bermanfaat bagi aplikasi yang akan kembangkan.

Baca juga :  #1 Struktur Data : Pengenalan Struktur Data dan Algoritma dalam Pemrograman

Sebagai contoh, setiap orang adalah entitas dan rekening bank dapat dipertimbangkan sebagai sebuah entitas. Entitas dalam database dideskripsikan berdasarkan atributnya. Sebagai contoh, nomor rekening membedakan suatu rekening adalah milik seseorang yang menyimpan uangnya dengan rekening milik orang lain di suatu bank tertentu dan nomor-nomor rekening tersebut merupakan atribut dari entitas rekening yang bersangkutan. Dalam hal ini, nomor rekening secara unik membedakan sebuah rekening dengan rekening yang lainnya. Beberapa rekening mungkin memiliki saldo yang sama, tetapi mereka pasti memiliki nomor rekening yang berbeda.

Relationship adalah hubungan antara beberapa entitas.
Simbol dasar yang digunakan :

Dalam Diagram E-R aturan terpenting adalah Kardinalitas relasi/Mapping Cardinalities yang menentukan jumlah entity yang dapat dikaitkan dengan entity lainnya melalui relationship-set.

Jenis Mapping Cardinalities:

  • Relasi satu ke satu (one-to-one)
  • Relasi satu ke banyak (one-to-Many)
  • Relasi banyak ke banyak (many-to-many)

Semantic Model

Hampir sama dengan Entity Relationship model dimana relasi antara objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata-kata (Semantic). Sebagai contoh, dengan masih menggunakan relasi pada Bank X sebagaimana contoh sebelumnya, dalam semantic model adalah seperti terlihat pada gambar di atas.

Tanda-tanda yang menggunakan dalam semantic model adalah sebagai berikut :

Model Data Fungsional

Model data fungsional, dalam konteks sistem basis data, mengacu pada cara data diorganisir dan dikelola berdasarkan fungsi atau kebutuhan penggunaannya. Secara umum, model data fungsional menekankan pada representasi data yang terstruktur dengan baik untuk mendukung operasi fungsional dari suatu sistem atau aplikasi. Berikut adalah beberapa aspek utama dari model data fungsional:

Karakteristik Utama dari Model Data Fungsional:
  1. Struktur Berorientasi pada Fungsi:
    • Model data fungsional didesain dengan mempertimbangkan bagaimana data akan digunakan dalam operasi sehari-hari suatu organisasi atau aplikasi.
    • Data diorganisir dan disusun sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan fungsional pengguna dengan efisien.
  2. Pemisahan Data Berdasarkan Fungsi:
    • Data sering kali dipisahkan atau dikelompokkan berdasarkan fungsi atau tugas spesifik dalam organisasi.
    • Contohnya, dalam perusahaan, data dapat dipisahkan berdasarkan departemen seperti penjualan, keuangan, produksi, dan lain-lain.
  3. Konsistensi dan Integrasi Data:
    • Model data fungsional berusaha untuk menciptakan struktur yang konsisten dan terintegrasi.
    • Ini penting agar data dapat diakses, dimanipulasi, dan diolah dengan cara yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  4. Optimalisasi Performa:
    • Struktur data dalam model fungsional sering kali dioptimalkan untuk meningkatkan performa sistem.
    • Ini dapat mencakup desain indeks yang efisien, pemilihan struktur penyimpanan yang tepat, dan strategi pengaksesan data yang optimal.
Baca juga :  KONSEP STRUKTUR DATA & ARRAY
Contoh Penerapan Model Data Fungsional:
  • Sistem Manajemen Perusahaan: Dalam konteks manajemen perusahaan, model data fungsional dapat memisahkan data berdasarkan fungsi seperti manajemen SDM, manajemen keuangan, manajemen inventaris, dan lain-lain. Setiap fungsi memiliki kebutuhan data yang berbeda dan struktur data yang terpisah membantu memenuhi kebutuhan spesifik masing-masing bagian.
  • Sistem Informasi Rumah Sakit: Di rumah sakit, model data fungsional dapat memisahkan data pasien, data medis, data keuangan, dan lain-lain. Setiap jenis data ini harus dikelola dengan cara yang berbeda untuk mendukung operasi yang efisien dan aman dalam lingkungan perawatan kesehatan.
  • Aplikasi E-commerce: Dalam konteks e-commerce, model data fungsional dapat memisahkan data produk, data pelanggan, data transaksi, dan lain-lain. Struktur data yang terorganisir dengan baik memungkinkan e-commerce untuk menyediakan pengalaman pengguna yang lancar dan mendukung analisis bisnis yang akurat.
Keuntungan Model Data Fungsional:
  • Penyesuaian dengan Kebutuhan Bisnis: Model data fungsional membantu organisasi untuk menyesuaikan data dengan kebutuhan operasional mereka, yang dapat berubah seiring waktu.
  • Peningkatan Efisiensi: Dengan memisahkan data berdasarkan fungsi, model ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan.
  • Konsistensi Data: Struktur yang terorganisir dengan baik membantu mempertahankan konsistensi data di seluruh organisasi atau aplikasi.

Model Data Berbasis Record

Model ini berdasarkan pada record untuk menjelaskan kepada user tentang hubungan logic antar data dalam basis data.
Perbedaan Dengan Model Data Berbasis Objek

  • Pada record based data model disamping digunakan untuk menguraikan struktur logika keseluruhan dari suatu database, juga digunakan untuk menguraikan implementasi dari sistem database (higher level description of implementation)

Terdapat 3 data model pada model data berbasis record:

  • Model Relational
  • Model Hirarki
  • Model Jaringan
Baca juga :  #2 Struktur Data : Tipe Data

Model Relational

Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan oleh sejumlah tabel dan masingmasing tabel terdiri dari beberapa kolom yang namanya unique. Model ini berdasarkan notasi teori himpunan (set theory), yaitu relation.
Contoh : data base penjual barang terdiri dari 3 tabel:
– Supllier
– Suku_cadang
– Pengiriman

Model Hirarki

Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan link (pointer), dimana record-record tersebut disusun dalam bentuk tree (pohon), dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen dan memiliki hubungan cardinalitas 1:1 dan 1:M.

Model Jaringan

Distandarisasi tahun 1971 oleh Database Task Group (DBTG) atau disebut juga model CODASYL (Conference on Data System Language), mirip dengan hirarkical model dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph dan menyatakan hubungan cardinalitas 1:1, 1:M dan M:M.

Model data merupakan fondasi penting dalam pengelolaan dan analisis data di era digital saat ini. Dengan pemahaman yang mendalam tentang jenis-jenis model data dan penggunaannya, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang didasarkan pada data. Pentingnya model data akan terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *