#4 Pengantar Teknologi Informasi : Perangkat Lunak Aplikasi dan Sistem

Perangkat lunak atau software adalah suatu program yang menjadi catatan untuk mesin komputer dalam menyimpan perintah dan berbagai dokumen ataupun arsip lainnya. Software memiliki fungsi penting dalam sistem operasi komputer.

Saat ini, pilihan jenis perangkat lunak sangat banyak. Anda bisa mengandalkannya untuk kebutuhan desain, editing video, bermain game, dan sebagainya.

Para developer software juga selalu melakukan pengembangan sehingga makin banyak fitur yang memudahkan penggunanya. Ada dua kategori utama perangkat lunak, yakni software aplikasi dan software sistem. Aplikasi merupakan software yang berguna untuk memenuhi kebutuhan khusus atau melakukan tugas. Sedangkan software sistem dirancang untuk menjalankan hardware komputer dan menyediakan platform untuk menjalankan aplikasi di dalamnya.

Pengertian Perangkat Lunak

Bila perangkat keras atau hardware ada bentuk fisiknya, sebaliknya, perangkat lunak tidak ada bentuk fisiknya. Perangkat lunak atau software komputer memiliki pengertian sebagai sekumpulan data elektronik, yang tersimpan dan kemudian dikendalikan oleh perangkat komputer. Data elektronik tersebut berupa instruksi atau program, yang nantinya akan menjalankan perintah khusus. Jadi, dalam sebuah perangkat komputer atau laptop harus diinstal software agar bisa dioperasikan. Maka itu, setiap komputer bisa terpasang software yang berbeda-beda. Sebab, instalasi perangkat lunaknya disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Segala sesuatu yang “berjalan” di komputer, dari sistem operasi, hingga alat diagnostik, game, atau aplikasi lainnya dapat didefinisikan sebagai software.

Peran Perangkat Lunak

Perangkat lunak atau software memiliki berbagai peran untuk para penggunanya. Beberapa peran utama dari software, sebagai berikut:

  1. Menyediakan berbagai fungsi dasar untuk keperluan komputer agar bisa dijalankan. Seperti untuk menyediakan sistem operasi dan berbagai sistem pendukung lainnya di dalam komputer.
  2. Mengatur kinerja hardware yang terdapat dalam komputer agar bisa berjalan secara lebih simultan.
  3. Sebagai penghubung antarsoftware dan hardware yang terdapat dalam komputer.
  4. Sebagai penerjemah atas suatu perintah software lainnya ke dalam bahasa mesin sehingga akan lebih mudah untuk dimengerti ataupun diterima oleh hardware.
  5. Berguna untuk melakukan identifikasi pada suatu program komputer.
Baca juga :  #8 Pengantar Teknologi Informasi : Arsitektur Komputer

Macam-Macam Perangkat Lunak

Ada beragam jenis perangkat lunak yang bisa dioperasikan pada komputer. Untuk bisa menggunakannya terdapat software berbayar dan tak berbayar. Apa saja macam perangkat lunaknya?

Perangkat Lunak Berbayar

Banyak produk software yang dikembangkan oleh developer. Namun, untuk bisa menikmati kegunaan perangkat lunak tersebut serta berbagai fitur dan update terbarunya, Anda harus membayar dengan harga tertentu. Meski sudah membeli, Anda tidak mendapatkan lisensi untuk membuat copiannya dan menyebarluaskan untuk pengguna komputer lain. Hal itu karena tindakan itu termasuk ilegal dan bertentangan dengan hukum. Contoh produk perangkat lunak ini, seperti Microsoft Windows, Adobe Photosoft, Corel Draw, Microsoft Office, dan sebagainya.

Freeware

Perangkat lunak ini bersifat gratis, jadi tidak harus membelinya seperti software berbayar. Bahkan Anda bisa menggunakannya tanpa batasan waktu. Jadi bisa digunakan tanpa berbayar sampai kapan pun. Biasanya pengembang software ini mendedikasikannya untuk komunitas tertentu. Namun, hak cipta tetap dipertahankannya sehingga tetap bisa juga melakukan berbagai pengembangan selanjutnya. Contoh produk freeware ini, yakni Google Chrome, Mozilla Firefox, dan sebagainya.

Free Software

Pada awalnya Anda harus membeli perangkat lunak ini. Namun, Anda bebas untuk melakukan penggandaan, modifikasi bahkan distribusinya. Jadi, pengertian gratisnya tidak hanya pada beberapa komponen tersebut. Inilah yang membedakannya dengan freeware.

Shareware

Perangkat lunak ini juga bisa digunakan secara gratis. Hanya, ada batasan waktu untuk penggunaannya. Inilah perbedaannya dengan freeware, yang bisa dimanfaatkan selamanya tanpa ada waktu kedaluwarsanya. Shareware merupakan program khusus yang didistribusikan sebagai software versi evaluasi atau demonstrasi. Oleh karena itu, pengembangnya membatasi fungsi atau fitur yang bisa digunakan penggunanya. Jadi pengembang akan membatasi waktu pemakaiannya, semisal hanya satu bulan saja. Apabila Anda ingin menikmati seluruh fiturnya, harus membelinya terlebih dahulu. Cara ini dimanfaatkan sebagai pengujian produk sehingga Anda bisa mengetahui beragam kelebihan dan fungsi yang ditawarkannya.

Baca juga :  Cara Gampang Mengubah Icon Launcher Aplikasi pada Project Flutter

Shareware ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan pengembang antivirus. Itulah mengapa Anda sering mendapatkan uji coba penggunaan antivirus secara gratis, tetapi hanya dalam tempo waktu tertentu saja. Sesudah itu tertarik dengan antivirus dengan segala fiturnya, Anda harus membayar dalam jumlah tertentu. Itulah kenapa shareware juga dikenal juga dengan istilah trialware.

Malware

Perangkat lunak ini dianggap sebagai perusak sehingga berbahaya bila disalahgunakan. Tujuan pembuatan software ini memang untuk menyusup bahkan merusak sistem jaringan komputer. Tentunya tanpa seizin dari pemiliknya. Istilah malware sudah umum digunakan sebagai penamaan bagi perangkat lunak yang bisa mengganggu perangkat komputer.

Contoh produk malware meliputi spyware (perangkat lunak pengintai), adware (perangkat lunak untuk iklan yang tidak transparan atau tidak jujur), virus komputer dan sebagainya sebagai software yang dibuat dengan tujuan jahat. Contoh lainnya adalah software Bancos, yang bisa mencuri data dari komputer orang lain.

Jadi saat penggunanya membuka website bank, software ini akan melakukan kamuflase atau mengalihkannya ke situs bank phising atau palsu sehingga seluruh data nasabah bisa dicuri dengan bantuan malware tersebut.

Open Source Software

Sesuai namanya, perangkat lunak ini bersifat terbuka sehingga anda bisa mengaksesnya secara gratis. Sesuai namanya, kode sumbernya terbuka agar bisa dipelajari, kemudian dimodifikasi agar fungsinya meningkat, dan seterusnya boleh disebarluaskan untuk pengguna lainnya. Jadi perangkat lunak ini biasanya dikelola oleh komunitas tertentu.

Meski sifatnya terbuka, tetap harus digunakan sesuai ketentuan dan etika tertentu. Contoh perangkat lunak ini adalah Linux, yang fungsinya setara dengan Microsoft Windows.

Contoh Perangkat Lunak

Ada banyak contoh dari software yang lazimnya digunakan oleh masyarakat. Berikut ini beberapa kategori dan contohnya:

Baca juga :  #6 Struktur Data : Linked List

Software System

Ada sejumlah perangkat lunak yang digunakan sebagai sistem operasi komputer. Contoh: Linux, Mac dan Windows. Sistem operasi Windows lebih banyak digunakan karena harganya lebih murah daripada Mac.

Wajar pengguna Windows relatif lebih banyak ketimbang Mac dan Linux. Meski Linux tidak berbayar karena bersifat open source, tetap kalah jumlah penggunanya dari Windows. Sebab, Windows lebih mudah dalam cara pengoperasiannya.

Software Browser

Ketika Anda ingin mencari informasi tertentu, biasanya akan melakukannya dengan bantuan situs pencari. Beberapa contoh perangkat lunaknya adalah Opera Mini, Internet Explorer, Mozilla Firefox, Chrome, dan sebagainya.

Dari segi banyaknya pengguna, Chrome menempati posisi tertinggi. Sebab, tampilannya lebih rap  sehingga lebih nyaman dan menyenangkan saat digunakan.

Microsoft Office

Sesuai namanya perangkat lunak ini memiliki fungsi sebagai penunjang urusan perkantoran, seperti pengetikan dokumen, akuntansi, media presentasi, dan sebagainya.

Contoh software ini, yakni Microsoft Word, Excel, Powerpoint, Outlook, Publisher, dan sebagainya.

Paint Software

Perangkat lunak ini berfungsi sebagai pengolah gambar atau desain. Anda bisa membuat gambar atau pola tertentu, melakukan editing dan sebagainya. Contoh softwarenya adalah Corel Draw, Adobe Photosoft, Paint, dan sebagainya.

Software Anti Virus

Serangan virus bisa menimpa setiap komputer, khususnya yang sering berselancar di dunia maya, kerap mengunduh file dan sebagainya. Untuk itu, komputer membutuhkan sistem perlindungan agar tidak mudah terserang virus. Sebagai contoh adalah AVG, Norton, Avast, Smadav, dan sebagainya.

Sumber: Salamadian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *