Pengertian Kapasitor (Kondensator), Sejarah, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan arus listrik. Buat kamu yang berkecimpung di bidang elektronik, tentu tidak asing lagi dengan yang namanya kapasitor. Dalam postingan ini kita akan kupas tuntas tentang kapasitor, mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, rumus, dan juga cara menghitungnya.

Pengertian Kapasitor

Kapasitor (kondensator) adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan energi dan arus listrik pada jangka waktu tertentu. Untuk dapat menyimpan energi listrik, kapasitor perlu mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari sebuah muatan listrik. Ketika kapasitor dihubungkan pada sumber tegangan, maka yang terjadi kemudian adalah kepingannya akan berisi elektron. Bila dari kedua kepingan kapasitor berisi elektron, maka kedua plat tersebut akan mengandung muatan listrik. Selanjutnya, muatan listrik ini akan terus tersimpan didalam kondensator dalam jangka waktu tertentu.

Sejarah Kapasitor

Kapasitor ditemukan pada tahun 1975. Benda ini dibuat oleh seorang ilmuwan bernama Michael Farad. Selain itu, kapasitor juga dibuat terpisah oleh seorang ilmuwan yang bernama Pieter van Musschenbroek asal Belanda pada tahun 1946.

Oleh Pieter van Musschenbroek, kapasitor dibuat pertama kali di Universitas Leyden. Karena hal itulah, kapasitor tersebut kemudian dinamakan sebagai kapasitor Leyden. Anda dapat melihat bentuk pertama dari alat tersebut pada gambar di bawah ini.

Sekilas, kapasitor memiliki bentuk dan tampilan yang menyerupai toples. Namun seiring perkembangan zaman, kapasitor memiliki perubahan yang cepat dan pesat. Selain bentuknya yang semakin kecil, benda tersebut juga semakin banyak diaplikasikan pada berbagai rangkaian elektronika.

Fungsi Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari dua konduktor. Dimana keduanya dipisahkan oleh dua penyekat yang disebut keping. Sederhanannya kapasitor berfungsi untuk menyimpan energi listrik, namun masih banyak lagi fungsi kapasitor yang harus kamu ketahui.

Baca juga :  Belajar Arduino – Shield Multifungsi : Menggunakan Tombol Digital

Adapun fungsi kapasitor adalah sebagai berikut :

  • Berperan sebagai isolator, fungsinya yaitu untuk memperlambat arus DC (arus searah).
  • Berfungsi sebagai penyaring atau filter dalam sebuah rangkaian power supply (catu daya).
  • Berperan sebagai pembangkit frekuensi pada alat osilator.
  • Berfungsi untuk menyimpan tegangan dan kuat arus pada periode tertentu.
  • Pada rangkaian antena, kapasitor adalah sebagai frekuensi.
  • Pada lampu neon, fungsi dari kapasitor adalah digunakan untuk penghemat daya listrik.
  • Manfaat kapasitor yang lainnya adalah sebagai penghilang loncatan api (bouncing) ketika memasang saklar.
  • Berfungsi sebagai kopling, penggeser fasa dan juga konduktor.

Cara Kerja Kapasitor

Cara kerja kapasitor adalah mengalirkan elektron menuju kapasitor. Pada saat kedua keping (piringan) dipisahkan oleh penyekat (isolator), maka kapasitor akan bersifat netral. Namun pada saat battery terhubung, titik pada ujung kutub negatif akan menolak elektron. Sementara itu, ujung kutub positif akan menerimanya.

Pada saat kapasitor sudah penuh berisi elektron, kemudian tegangannya akan mengalami perubahan. Maka elektron yang terdapat pada kapasitor ini akan dialirkan menuju rangkaian lain yang dibutuhkan. Nah, elektron-elektron inilah yang nantinya akan membangkitkan reaksi pada rangkaian.

Prinsip Kerja Kapasitor

Prinsip kerja kapasitor adalah sebagai berikut:

  • Apabila dua plat atau lebih dalam kondisi berhadapan, kemudian plat tersebut dibatasi oleh penyekat. Ketika masing-masing plat dialiri listrik, maka akan terbentuklah kondensator.
  • Kedua plat yang saling berhadapan, bahan dielektrum, serta jarak antara kedua plat akan mempengaruhi nilai kapasitas dari sebuah kapasitor.
  • Kapasitansi panic terjadi apabila adanya komponen-komponen yang saling berdekatan. Kemudian menyebabkan terjadinya kapasitor liar.

Satuan Kapasitor

Satuan kapasitor adalah farad, satuan farad diambil dari nama penemu alat tersebut yakni Michael Farad. Satu Farad dalam kapasitor memiliki nilai yang sangat besar. Sehingga apabila hendak digunakan dalam sebuah sirkuit, haruslah diubah terlebih dahulu menggunakan satuan yang lebih kecil.

Baca juga :  BELAJAR ARDUINO : Membuat Lampu Otomatis Dengan LDR (Light Dependent Resistor)/Photoresistor

Anda dapat menggunakan perhitungan sebagai berikut:

PikoFarad (pF) = 1 x 10-2 F

NanoFarad (nF) = 1 x 10-9 F

MicroFarad (μF) = 1 x 10-6 F

Yang mana:

1F = 1.000.000 µF (micro Farad)

1µF = 1.000 nF (nano Farad)

1µF = 1.000.000 pF (piko Farad)

Lalu, untuk nilai 1 Farad pada sebuah kapasitor yang sebenarnya adalah 9×10 pangkat 11. Pada kapasitor, nilai satuannya biasanya terletak pada bodi dari komponen alat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *