#1 Algoritma dan Pemrograman : Konsep Dasar Algoritma

Algoritma awalnya diciptakan karena adanya masalah. Diperlukan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Langkah-langkah tersebut adalah algoritma. Misalnya kita diminta untuk menambahkan 1 digit angka dengan 1 digit angka lainnya, maka dengan cepat kita akan mendapatkan hasil. Sekarang bagaimana jika kita diminta untuk menjumlahkan 1000 angka? Tentubisa, namun ada banyak langkah yang diperlukan agar 1000 angka tersebut dapat dijumlahkan.

Misal, angka1 ditambah angka2 lalu hasilnya ditambahkan keangka3, dst. Langkah-langkah tersebutlah yang akan membantu kita menjumlahkan 1000 angka hingga kita mendapatkan hasil.

Langkah-langkah tersebut dijalankan oleh sebuah pemroses. Siapa yang menjadi pemroses langkah-langkah dalam menjumlahkan1 000 angka tadi? Dalam konteks algoritma dan pemrograman, langkah-langkah atau algoritma yang didefinisikan diimplementasi kedalam sebuah bahasa pemrograman komputer agar dapat diproses oleh komputer. Kita memfokuskan pemroses algoritma adalah komputer.

Pengertian Algoritma

Algoritma adalah metode atau langkah yang direncanakan secara tersusun dan berurutan untuk menyelesaikan atau memecahkan permasalahan dengan sebuah intruksi atau kegiatan. Dengan kata lain, Algoritma adalah langkah-langkah, step-by-step. Pemrograman adalah kegiatan membuat program.
Program adalah sekumpulan instruksi/perintah yang dimengerti komputer dan bisa dieksekusi komputer. Program pada dasarnya mengimplementasi suatu algoritma. Algoritma yang dituliskan dalam bahasa komputer adalah program. Bahasa komputer yang digunakan untuk menulis program disebut bahasa pemrograman.

Pada beberapa sumber buku diperoleh pengertian dari algoritma di antaranya :

  • Algoritma menurut (Kani, 2020, 1.19) adalah suatu upaya dengan urutan operasi yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah untuk menghasilkan suatu output tertentu.
  • Algoritma berasal dari kata algoris dan ritmis yang pertama kali diperkenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al Khwarizmi pada 825 M di dalam buku Al-Jabr Wa-al Muqabla. Dalam bidang pemrograman, algoritma dide?nisikan sebagai metode yang terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan sistematis untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer (Jando & Nani, 2018, 5).
  • Algoritma menurut (Munir & Lidya, 2016, 5) adalah urutan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu persoalan.
  • Algoritma merupakan sekumpulan instruksi atau langkah-langkah yang dituliskan secara sistematis dan digunakan untuk menyelesaikan masalah / persoalan logika dan matematika dengan bantuan komputer (Sismoro, 2005, 29).
Baca juga :  #5 Struktur Data : Queue

Ciri-ciri algoritma, yaitu: 

  • Ada input atau masukan
  • Ada output atau keluaran
  • Langkahnya pasti, jelas, dan tidak ambigu
  • Langkahnya sederhana
  • Ada batasan waktu (stoping role)

Pemrograman

Menulis program yang dapat dimengerti komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti Bahasa Pemrograman: Pascal, C, C++, Java, dll. Kita akan menggunakan representasi algoritma langsung ke bahasa pemrograman C++.

C++ adalah bahasa pemrograman turunan dari bahasa pemrograman C. Kalau Bahasa C adalah bahasa yang sifatnya prosedural, C++ orientasinya pada objek. Atau dalam bahasa pemrograman disebut Object Oriented Programming. C++ muncul karena ketika membuat sebuah software yang skalanya besar, C tidak cocok untuk dipakai karena tidak efisien. C terlalu banyak percabangan, kode yang harus diketikkan, dan juga perulangan. Karena itulah kemudian lahir bahasa C++.

Contoh Algoritma Menampilkan Angka Ganjil dalam Pemrograman dalam Bahasa C++

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

int main (){
    int a,b,i;
    a=-1;
    cout<<“bilangan ganjil (1_100) adalah:”<<endl;
    
    for (i=1;i<=50;i++) {
        b=2+a;

        cout<<b<<” “;

        a=b;

    }

getch ();

}

Struktur Dasar Algoritma

Algoritma membentuk dasar dari semua program komputer, dan pemahaman tentang struktur dasar algoritma adalah kunci dalam pengembangan perangkat lunak yang efisien dan efektif. 

Struktur Runtutan (Squenstial/Sequence)

Struktur dasar Runtunan merupakan struktur algoritma yang paling bawah atau pun mendasar yang berisi rangkaian instruksi yang diproses secara sekuensial, satu persatu, mulai dari intsruksi awal hingga instruksi terakhir serta juga suatu runtutan terdiri dari satu ataupun lebih pernyataan. Tiap pernyataan akan dieksekusi secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya, yaitu suatu instruksi (pernyataan) yang hendak dijalankan setelah instruksi sebelumnya selesai dijalankan, ataupun dengan kata lain suatu
algoritma dibentuk dengan langkah-langkah (instruksi/perintah) dikerjakan secara berurutan dari atas ke bawah sesuai dengan urutan penulisannya, tidak boleh melompati satu langkah perintahpun.

Baca juga :  #2 Struktur Data : Tipe Data

Misalnya dalam suatu kasus algoritma yaitu ada 20 langkah, maka seluruh langkah tersebut harus dikerjakan secara berurutan mulai dari langkah 1 sampai dengan pada langkah 20 tanpa melewati satu langkah pun.

Cara kerja skuensial juga nantinya berlaku dalan bahasa pemrograman, pada saat instruksi bahasa pemrograman yang kita tulis diproses oleh komputer, sehingga komputer akan memproses serta menterjemahkan baris demi baris intruksi-instruksi bahasa pemrograman tersebut secara beruntun mulai
dari awal sampai akhir diawali dari instruksi pada baris awal sampai baris akhir. Dengan struktur runtutan ini, untuk membuat suatu algoritmanya maka kita harus dapat menganalisa dan juga menentukan intruksi mana yang harus ditulis lebih awal dan dan mana yang ditulis di akhir sampai seterusnya tanpa
melewati satu langkah pun.

Menurut pendapat Goldschlager dkk dalam bukunya yaitu Algoritma dan Pemrograman yang ditulis Rinaldi Munir dkk, pada dasarnya algoritma ialah runtunan (sequence) satu maupun lebih instruksi, yang berarti bahwa:

  • Masing- masing instruksi dikerjakan satu persatu;
  • Masing- masing instruksi dikerjakan cuma sekali, tidak ada yang diulang;
  • Urutan instruksi yang dikerjakan pemroses sama dengan urutan istruksi sebagaimana yang tertulis di dalam suatu teks algoritmanya;
  • Instruksi terakhir menggambarkan akhir algoritma.

Struktur Pemilihan atau Seleksi (Selection)

Struktur pemilihan ialah suatu struktur program yang menerapkan suatu proses pengujian untuk mengambil sebuah keputusan apakah suatu hasil keputusan tersebut dapat di proses atau tidak. Pada struktur pemilihan tidak setiap baris program hendak dikerjakan, Baris program yang dikerjakan cuma yang memenuhi syarat saja, instruksi akan diproses ataupun tidak. Pengujian keadaan ini dilakukan untuk memilih salah satu dari sekian banyak alternatif yang ada.

Struktur Perulangan (Looping)

Perulangan ialah struktur dimana ada proses pengulangan perintah yang sama sebanyak n kali. Struktur ini ialah salah satu kelebihan yang dipunyai oleh mesin komputer. Sebagai contoh untuk menampilkan suatu teks“ Algoritma Pemrograman” sebanyak 100 kali pada layar monitor, cuma dibutuhkan beberapa baris perintah meggunakan metode ataupun struktur perulangan tersebut. Tanpa mesti menuliskan perintah yang sama sebanyak 100 kali.

Baca juga :  #8 Pengantar Teknologi Informasi : Arsitektur Komputer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *