Cara Menghemat Listrik Agar Tagihan Tidak Membengkak

Tagihan listrik yang boros bisa menyebabkan tagihan listrik membengkak. Kita harus bisa dan perlu menyesuaikan agar penggunaan listrik bisa hemat. Bagaimana cara menghemat listrik?

Agar kita bisa menghemat listrik yaitu menggunakan peralatan atau sesuatu yang menggunakan listrik sesuai kebutuhan dan mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai, sehingga tidak ada energi listrik yang terbuang dengan percuma. Hal ini memang terlihat sepele, tapi bisa memberikan dampak yang besar bagi lingkungan kita.

Tidak hanya itu, menghemat listrik juga akan menghemat pengeluaran rumah tangga sehingga kita tidak terlalu pusing memikirkan tagihan listrik yang melonjak. Bagaimana cara menghemat penggunaan listrik di rumah?

Bagaimana Cara Menghemat Listrik?

1. Pasang Listrik Dengan Daya Sesuai Kebutuhan

Rumah tangga kecil biasanya memerlukan daya listrik yang sedikit, cukup dengan menyambung listrik dengan daya 450 VA atau 900 VA. Untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1300 VA. Karena semakin tinggi daya listrik, tarif per KWh-nya juga semakin mahal.

2. Menyesuaikan Perabot Elektronik Sesuai Kebutuhan

Sesuaikan barang elektronik sesuai kebutuhan, seperti memilih kulkas dengan ukuran yang sesuai. Jika rumah tangga kecil maka cukup pilih kulkas satu pintu dengan ukuran kecil, namun jika untuk industri usaha barulah menggunakan pendingin dengan kapasitas yang lebih besar. Serta gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas rumah tangga.

Baca juga :  TEORI DASAR LISTRIK : Arus Searah (Direct Current, DC)

Bisa juga dengan mengatur jumlah kepemilikan perabotan, seperti untuk rumah tangga kecil tak perlu menggunakan pendingin ruangan atau AC pada setiap ruangan. Kemudian untuk ruangan yang memiliki cukup ventilasi tak perlu menggunakan AC.

3. Mengatur Suhu Sesuai Kebutuhan

Barang-barang elektronik seperti kulkas dan AC juga perlu dipantau suhunya. Tak perlu dengan suhu yang maksimal, pastikan dengan suhu yang cukup. Contohnya seperti mengatur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan, pertahankan suhu pendingin sekitar 25°C.

Berdasar anjuran dari ESDM Provinsi Kalimantan Timur melalui lamannya, masyarakat juga bisa mengatur daya pencahayaan maksimum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai berikut:

Untuk ruangan kerja gunakan penerangan 12 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 350 lux.
Untuk tempat parkir, lobi, dan koridor gunakan penerangan 4 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 100 lux. Untuk ruang arsip gunakan penerangan 6 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 150 lux.

4. Gunakan Elektronik Hemat Energi

Kini, semakin banyak elektronik hemat energi. Kamu bisa mulai menggunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Gunakan lampu LED sebagai penerangan, sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

Untuk komputer, tentunya sekarang nyaris semua pengguna monitor sudah menggunakan LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung. Kemudian bisa juga menggunakan saklar otomatis, pengatur waktu (timer), atau sensor cahaya (photocell) untuk lampu taman dan teras.

5. Nyalakan Hanya Saat Diperlukan

Mulailah untuk membiasakan matikan barang elektronik yang tidak digunakan. Contohnya seperti jangan nyalakan televisi saat tidak ingin menonton televisi, nyalakan televisi ketika ingin menonton. Jadi, jangan dibiasakan TV menyala ketika tertidur, ya!

Kemudian matikan lampu saat pagi dan siang hari, hingga matahari mulai terbenam barulah nyalakan kembali lampu. Kemudian, mulai kurangi ;ampu pada setiap armateur (kotak lampu) dari tiga menjadi dua atau satu lampu saja.

Baca juga :  Mobil Listrik Wuling Binggo, Harga 120 Jutaan yang Laris Manis

6. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

Misalnya kamu terburu-buru akan pergi, kemudian ingin menggunakan hair dryer. Maka sebelum mulai memasang hair dryer matikan televisi dan AC. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan.

7. Beli Tangki Penampungan Air

Tentu kamu sudah tahu kalau dalam penggunaan air pun kita harus berhemat. Sebaiknya mulai gunakan tangki air untuk menghemat penggunaan pompa air listrik. Buatlah tandon air dan gunakan mesin pompa air jika benar-benar membutuhkan.

8. Cabut Aliran Listrik

Pada barang-barang elektronik yang sudah penuh daya listriknya, seperti handphone, kabel komputer, printer, dispenser, jika tidak dibutuhkan lagi maka cabut dari stop kontak (plug) setelah selesai digunakan atau setelah jam kerja berakhir.

Kabel listrik peralatan elektronik yang masih menancap, meski sedang tidak digunakan juga akan tetap membuat aliran listrik mengalir. Hal itu juga akan membuat tagihan listrik semakin melonjak. Contoh lainnya, jangan biarkan kabel televisi tersambung ke saklar apabila ingin bepergian berhari-hari dari rumah.

9. Mengganti Keran yang Bocor

Terkadang kita tahu ada keran yang bocor pada salah satu titik, namun kita biarkan karena tidak sempat mengganti atau bahkan malas. Keran yang bocor meskipun hanya mengeluarkan setetes demi tetes air juga merupakan bentuk pemborosan.

Air juga termasuk sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Untuk itu gunakan air secukupnya. Apabila kita sering menyalakan pompa air, maka biaya listrik pun akan tinggi. Segera ganti keran jika memang bocor.

10. Mempersingkat Penggunaan Listrik

Persingkat penggunaan listrik sebisa mungkin, contohnya ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker kamu sudah menggunakan air panas, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat.

Baca juga :  Jenis-Jenis Kabel Listrik, Spesifikasi dan Penggunaannya

11. Membuat Rumah dengan Ventilasi Udara

Cara menghemat listrik adalah dengan membuat rumah yang memiliki cukup ventilasi. Hal ini akan membuat aliran udara dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Selain itu, membuat sirkulasi udara di dalam rumah juga bisa mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin. Lebih utamakan untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara daripada menggunakan pendingin ruangan di pagi dan siang hari.

12. Manfaatkan Ventilasi Rumah

Fungsi dari ventilasi tak hanya untuk sirkulasi udara, namun kamu juga bisa memanfaatkan cahaya alami (matahari) pada siang hari dengan membuka tirai jendela secukupnya agar tingkat cahaya memadai untuk melakukan kegiatan. Mulailah untuk mengurangi penggunaan lampu pada ruangan kerja.

Itulah 12 cara menghemat listrik di rumah. Semoga bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *